Posting pekerjaan

Gugus Tugas Toraja Utara Klarifikasi Terkait PDP Meninggal di Takalar

TAKALAR-ST. Seorang warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan meninggal dunia di Kabupaten Takalar, Rabu (27/5/2020) kemarin. Pasien tersebut dikabarakan sempat melakukan perjalanan di Kabupaten Toraja Utara (Torut).

Mengenai hal itu, Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Kabupaten Toraja Utara memberikan klarifikasi terkait riwayat perjalanan PDP tersebut.

Kepada awak media, Juru Bicara Satgas Covid-19 Torut, Anugrah Yaya Rundupadang menerangkan, PDP yang meninggal tersebut memang kesehariannya bekerja sebagai pengemudi sitor di Torut. Namun yang bersangkutan sudah 15 hari meninggalkan Kabupaten Toraja Utara sebelum berada di Kabupaten Takalar.

“Yang bersangkutan (PDP) sudah kembali dari Kabupaten Toraja Utara 15 hari lalu tepatnya tanggal 13 Mei 2020. Yang artinya sudah melewati masa inkubasi penularan Virus  Covid-19,” sebutnya.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan terkait data dan hal-hal penanganan pasien, baik itu ODP, OTG dan PDP.

“Hal kedua yang dilakukan selain melaksanakan koordinasi dengan Dinas Provinsi Sulsel, tim juga turun ke lokasi atau ke kediaman pasien untuk melalukan penelusuran (tracing) serta  memberikan edukasi kepada masyarakat, serta bekerjasama dengan pemerintah setempat dan tokoh masyarakat,” sebut Yaya.

Yaya menambahkan, keluarga PDP tersebut yang mengantar ke Takalar telah kembali ke Toraja Utara dan sudah diberikan edukasi serta diminta menjalankan karantina mandiri. Hasil rapid testnya pun dinyatakan non-reaktif.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Elizabeth R. Zakaria, menjelaskan, hasil dari penelusuran pihaknya, yang bersangkutan dari Toraja Utara dan pulang kampung ke Takalar sudah 15 hari.

“PDP Takalar yang meninggal datang di Toraja dan pulang kembali ke Takalar sudah 15 hari. PDP Takalar yang masuk rumah sakit di Takalar dengan riwayat sakit batuk dan penyakit bawaan menahun lainnya jadi dapat dikatakan bahwa PDP tersebut besar kemungkinan tidak terpapar di Toraja Utara yang masih berada dalam zona hijau,” jelas Elizabeth.

Selain Jubir Satgas dan Kadis Kesehatan, press confererence ini juga dihadiri  Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Samuel Samperompon.

(Myh/ST)

Total Views: 380 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *