Posting pekerjaan

MPR SUL-SEL Gelar Aksi Menolak Pembangunan Kawasan Industri di Manngarabombang Kab.Takalar

Takalar-ST. Mahasiswa Pejuang Rakyat Sulawesi Selatan (MPR Sul-sel) menyatakan sikap menolak kawasan Industri yang akan dibangun di kecamatan Mangngarabombang Kabupaten Takalar dengan menggelar aksi di depan kantor bupati menolak kawasan Industri yang akan dibangun di kecamatan Mangngarabombang Kabupaten Takalar. (Senin, 20/01/20)

Terkait rencana pemerintah untuk menjadikan Kec. Mangarabombang khususnya Desa Laikang dan Punaga sebagai area industri dengan tidak mempertimbangkan banyak hal yakni pertama, Persoalan lingkungan yg akan mencemari laut Punaga dan Laikang , sementara sebagian besar penduduk di dua desa tersebut adalah bermata pencaharian di laut.

Yang kedua, Persoalan sosial ekonomi yakni Kehadiran industri yang direncanakan pemerintah kabupaten Takalar tidak memperhitungkan kemungkinan sosial yang akan terjadi, tidak memperhitungkan keberlangsungan ekonomi masyarakat padahal ada banyak program lain yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah misalnya mendorong pembangunan pembangunan yg lebih mantap di bidang pertanian dan perikanan bukan industrialisasi.

Jendral Lapangan Muh Saidina mengatakan seharusnya pemerintah harus mengkaji ulang terkait apa yang menjadi keputusannya, karena pembangunan kawasan industri bukan sebuah solusi untuk mensejahterahkan rakyat.

” Laikang termasuk penghasil rumput laut terbesar di kabupaten takalar, semestinya yang perlu pemerintah pikirkan itu bagaimana meningkatkan mata pencaharian mereka di bidang tersebut bukan malah mematikan lahan pencarian mereka menuji sejahtera.” Tegasnya Said yang dikenal Mahasiswa Takalar itu.

Setelah mengkaji lebih detail kemungkinan terburuk dampak negatif industri ini antara lain, Polusi udara akibat asap pabrik, pencemaran air alibat limbah industri, sumber daya alam dan lingkungan yang rusak akibat proses industri, lahan pertanian menjadi semakin berkurang jumlahnya dan masih banyak lagi.

Sukardi Bargos sebagai salah seorang mahasiswa yang berdomisili di Laikang mengatakan sebuah ancaman dan gaya penjajahan baru bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat , jika investor China tersebut berhasil lolos.

“Apalagi tanah yang akan dibutuhkan dalam pembangunan kawasan industri kurang lebih 1.000 hektare. Jadi saya selaku masyarakat laikang sekaligus anggota MPR Sul-sel menolak keras pembangunan kawasan industri di kecamatan Manngarabombang.” Tutupnya Sukardi.

(Red)

Total Views: 329 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *