Posting pekerjaan

Nekat Menimbung Sungai, Pemuda Ini Ancam Laporkan Kepihak Berwajib

Seputartakalar.com,– Sungai yang peruntukannya dapat menampung debit air yang turun ke tanah melalui hujan, Air hujan yang turun biasanya akan berkumpul dan mengalir secara terus-menerus dari hulu sampai hilir.

Berbeda dengan apa yang terjadi di Lingkungan Mattoangin Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattalassang, yang melakukan aktivitas menimbung aliran air anak sungai pappa.

Beberapa oknum yang belum diketahui identitasnya dengan sengaja menimbung dan merusak sungai dengan bebatuan, demi untuk kepentingan pribadinya tanpa melihat kerugian dan dampak yang akan ditimbulkan.

Melihat kondisi ini, Risman salah satu pemuda di Kelurahan Pallantikang merasa geram melihat perilaku oknum yang telah melakukan eksploitasi alam. Rabu,11/06/2020.

“Ini penrusakan sumberdaya alam, dimana logikanya menimbun sungai dengan bebatuan yang diduga akan digunakan untuk dijadikan lintas jalan melakukan aktivitas tambang,” tegasnya.

Sungai ini merupakan salah satu anak sungai pappa dan menampung air hujan, yang menjadi pembatas wilayah beberapa lingkungan diwilayah Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar.

“Jika pihak pemerintah kelurahan dan Kabupaten tidak menindak, maka kami warga Pallantikang akan gelar aksi demo dan akan melaporkan kepihak berwajib karna telah melanggar undang-undang tentang sumberdaya alam dan pengrusakan alam.” Jelas Risman.

Oknum ini telah melanggar PP No 38 thn 2011 tentang sungai, Pasal 31 ayat 2 dalam melakukan pemanfaatan sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang:
a. mengakibatkan terjadinya pencemaran; dan
b. mengakibatkan terganggunya aliran sungai dan/atau keruntuhan tebing sungai.

“Sesuai Peraturan pemerintah (PP) tersebut, ini menjadi dasar sehingga kami atas nama warga Kel. Pallantikang akan melaporkan oknum tersebut kepada pihak berwajib.” Tutup Risman Lalang.

(Risman Dg. Lalang)

Total Views: 488 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *