Posting pekerjaan

Pendemi Covid, New Normal dan Derita Pendidikan

Seputartakalar.com,– Pendemi covid 19 yang meresahkan dunia kurang lebih 3 bulan terakhir yang memaksa masyarakat untuk tetap dirumah aja sangat mempengaruhi perekonomian, banyaknya pekerja ( Buruh ), Pedagang, mereka yang menggantungkan hidup dari pekerjaan mereka ( Buruh ) itu kemudian harus terhenti akibat PHK, pedagang yang makan dari hasil jualan mereka pun harus berhenti akibat pasar dan toko banyak yang di tutup..

Beberapa bulan terakhir masyarakat dibatasi bahkan dilarang beraktifitas secara normal seperti sebelum pendemi. Dan beberapa hari terakhir Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal.

Menurutnya, tatanan baru ini perlu ada sebab hingga kini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus corona. Para ahli masih bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan vaksin agar bisa segera digunakan untuk pengendalian pandemi COVID-19.

“Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari COVID-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru,”

Pemerintah Pusat pun tidak tinggal diam dan alhasil Rp.677,2 Triliun anggaran untuk bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak covid 19, belum lagi pemerintah Daerah dan Provinsi yang mengalokasikan anggarannya baik berupa bantuan sosial, pencegahan penularan covid 19 dll.

Anggaran tersrbut diperuntukkan untuk bidang kesehatan, bantuan sosial masyarakat, bantuan usaha miko, kecil, dan menengah ( UMKM ) dll.

Dari sekian banyak anggaran tersebut sangat disayangkan sebab semua anggaran tidak ada anggaran untuk bantuan Pendidikan, baik dari Universitas, pemerintah, daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat..

Pemerintah daerah yang sya anggap lebih dekat dengan Pelajar dan Mahasiswa itupun sama sekali tdk memikirkan nasib Pelajar dan Mahasiswa saat ini.

Kurang lebih 3 bulan kampus tutup dan mahasiswa dianjurkan untuk belajar daring dari rumah, itu juga menjadi beban mahasiswa, yah banyak yang mengeluh tidak bisa ikut perkuliahan karna tidak memiliki Kuota Internet, sudah sewajarnya pihak Universitas memberikan fasiltas Kuota Internet untuk mahasiswa yang belajar daring dari rumah, kan fasilitas kampus tidak ada yang digunakan mahasiswa ..

Dan tidak adanya bantuan berupa potongan UKT sangat membuat mahasiswa merasa kecewa terhadap pemerintah saat ini, yah coba kita fikir, seorang buruh yang kena PHK dan menerima bantuan dari pemerintah yang nilainya kalau tidak salah 600 Ribu / bulan, untuk makan saja sya rasa itu tidak cukup, lantas bagaimana ketika punya anak yg ia kuliahkan dan akan membayar biaya kuliah?
sangat jelas bahwa pendidikan itu kebutuhan dasar manusia maka negara wajib membiayainya selaras dalam pasal 31 UUD 1945.

Ketika tidak adanya kebijakan dari Pemerintah untuk Pendidikan terkhusus untuk pembayaran UKT bagi Mahasiswa maka akan banyak Mahasiswa yang terancam tidak lanjut semester ( Cuti ) akibat tidak mampu membayar UKT..

Muh Ibnu Rush AK
( Mahasiswa UIN Alauddin Makassar & Pengurus Besar HIPERMATA )

Total Views: 89 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *