Posting pekerjaan

Tak Hanya Cantik, Perempuan Juga Harus Cerdik dan Terdidik

TAKALAR-ST. Sebagaimana fenomena yang terjadi sekarang, kebanyakan perempuan sangat memperhatikan penampilannya, baik dari segi pakaian, riasan, maupun perhiasan. Selama tidak berlebihan, saya rasa hal tersebut adalah sesuatu yang lumrah bagi seorang perempuan, karena disamping menjaga penampilan adalah kebutuhan, disisi lain ada sifat feminim dalam diri perempuan yang membuat seorang perempuan terdorong untuk melakukan hal demikian.

Sebelum jauh membahas tentang perempuan, alangkah baiknya terlebih dahulu kita sedikit membahas tentang “wanita” dimana kata perempuan dan wanita menurut kebanyakan orang memiliki perbedaan.

Jika dilihat dari kosa katanya, wanita berasal dari bahasa sangsekerta “wani ita” yaitu yang dinafsuhi atau yang diinginkan.

Sedangkan menurut bahasa Jawa, kata wanita berasal dari kata “wani ditoto” yang artinya berani diatur atau bersedia diatur. Jika kita bertolak pada pengertian tersebut maka jelas sekali bahwa dalam budaya Jawa, wanita punya posisi inferior (bermutu rendah), dimana sebagai manusia, wanita harus berada di bawah perintah suami, apapun yang diperintahkan maka seorang wanita harus tunduk dan patuh pada perintah tersebut.

Dalam jurnal yang berjudul “ Menggugat seksualitas lampau: poliandri bukan budak seks oleh Dasfemicide” menjelaskan tentang budaya patriarki yang terjadi pada zaman peradaban, dimana seorang perempuan dijadikan selayaknya budak seks. Seorang laki-laki bebas menikahi beberapa orang perempuan dalam waktu yang bersamaan (poligini).

Budaya patriarki telah menggeser nilai kemanusiaan seorang perempuan dengan memandang tubuh perempuan hanya sebatas objek seksual tanpa berpikir peran yang setara. Segregasi tubuh perempuan dari beragam aktivitas biologis adalah bukti kemiskinan pengetahuan pada saat itu.
Ada banyak ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan bahwa kedudukan seorang wanita berada satu derajat dibawah laki-laki, salah satunya di dalam Q.S Al-Baqarah:228 yang artinya “…dan mereka (para wanita) memiliki hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang pantas. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”.

Dalam hal ini, seorang wanita tidak semerta-merta dibebankan sebuah kewajiban tapi wanita juga mepunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya tersebut. Artinya, disamping seorang wanita memiliki kewajiban untuk melayani, menghormati, dan patuh kepada suaminya, wanita juga mempunyai hak untuk dilindungi, dinafkahi dan dicintai.

Menurut KBBI, kata perempuan artinya orang yang mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui. Kata perempuan itu sendiri berasal dari kata empu yang berarti “tuan atau orang yang mahir dan berkuasa” dengan kata lain, seorang perempuan pemilik dari tubuhnya dan menjadi tuan bagi dirinya sendiri.

Berdasarkan hal tersebut, perempuan berhak akan segala yang ada pada dirinya. Baik itu fisik, psikis, maupun pikirnya. Ketika berbicara tentang hak perempuan dengan fisiknya berarti kita membahas penampilan perempuan itu sendiri.

Dimana seorang perempuan berhak menentukan keinginan terhadap apa-apa saja yang dapat melekat pada dirinya. Suatu hal yang wajar ketika seorang perempuan ingin tampil cantik dan menarik. Karena semua itu merupakan hak mereka.

Menjaga, ,merawat, dan memberikan yang terbaik untuk diri sendiri adalah salah satu cara menghargai ciptaan Tuhan. Tubuh dan segala apa yang melekat didalamnya adalah titipan dari Tuhan, maka dari itu kita harus merawat dan menjaganya. Jika ingin dihargai oleh orang lain, maka hargailah diri sendiri terlebih dahulu.

Ketika berbicara psikis seorang perempuan, bisa dikatan cukup rumit. Karena banyak yang mengatakan bahwa seorang perempuan cenderung menggunakan perasaannya dibanding akalnya dan itu memang benar. Tapi, dengan adanya statemen demikian bukan berarti seorang perempuan tidak dapat menyeimbangkan antara akal dan perasaannya. Bahkan kekuatan akal seorang perempuan bisa lebih kuat dibanding laki-laki. Mengapa demikian? Karena jika ada seorang perempuan yang sudah sering disakiti perasaannya oleh laki-laki, otomatis ia dan perasaannya menjadi sosok yang kuat.

Jika perasaan seorang perempuan sudah terlatih dengan rasa sakit, kecewa, amarah, dsb maka perempuan akan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Perasaan seorang perempuan adalah haknya. Ia sendiri yang bisa mengontrol dan mengaturnya. Di dalam buku filsafat perempuan karangan ustadz Murtadha Mutahhari ada sebuah poin yang menjelaskan bahwa seorang perempuan berhak untuk menolak seorang laki-laki yang dijodohkan kepadanya oleh karena ia tidak menyukai dan mencintai laki-laki tersebut. Itu berarti bahwa seorang perempuan berhak atas perasaan yang ia miliki.

Tapi, dibalik penampilan dan perasaan yang sering ditonjolkan oleh seorang perempuan, mereka juga harus mempunyai proses berpikir yang sama menonjolnya dengan hal tersebut. Perempuan adalah sumber kehidupan, didalam tubuhnya terdapat Rahim yang menjadi tempat manifestasi Tuhan.

Di Rahim perempuan itulah Tuhan meniupkan sebagian ruhnya untuk keberlangsungan alam semesta. Tuhan menciptakan Hawa dari sebagian tubuh Adam agar Adam memiliki seseorang sebagai eksistensi kasih sayang Tuhan.

Didalam buku Islam dan Kosmologi perempuan, menceritakan bahwa Adam rela meninggalkan syurga yang abadi demi mendapatkan syurga yang ada pada diri Hawa. Mengapa demikian? Itu karena kasih sayang Tuhan berada dalam diri seorang perempuan.

Sebagai tempat lahirnya sebuah kehidupan, sudah selayaknya seorang perempuan memberikan kualitas yang terbaik bagi dirinya dan kehidupan yang akan dilahirkannya, dengan cara menjadi seorang perempuan yang terdidik. Seorang perempuan merupakan guru pertama bagi anak-anaknya. Sebaik-baik madrasah seorang anak adalah rumah dan sebaik-baik guru adalah ibunya.

Penulis : Nurlailah

Total Views: 346 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *