Bupati Takalar Bagikan 1.000 Paket Lebaran di RSUD H Padjonga Daeng Ngalle

Seputartakalar– Bupati Daeng Manye di dampingi direktur rumah sakit umum takakar Ruslan Ramli, bagikan 1.000 paket Lebaran yang digelar di RSUD H Padjonga Daeng Ngalle, Sabtu (14/03/2026) sore.

Kegiatan yang mengusung tema “Berbagi Bersama untuk Kebaikan 1000 Paket Lebaran” tersebut

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Dilaksanakan di lingkungan rumah sakit yang berlokasi di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati Takalar tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita. Ia tampak mengenakan peci hitam, kemeja putih, dan celana hitam.

Kehadiran orang nomor satu di Takalar itu disambut oleh jajaran manajemen serta keluarga besar RSUD H Padjonga Daeng Ngalle.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Takalar didampingi Direktur RSUD H Padjonga Daeng Ngalle, Ruslan Ramli.

Pembagian paket Lebaran ini menjadi bentuk kepedulian keluarga besar rumah sakit terhadap masyarakat menjelang Idulfitri. Sebanyak 1.000 paket yang disiapkan dibagikan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang membutuhkan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan antara jajaran pemerintah daerah serta manajemen rumah sakit.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkapkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian utamanya sejak awal menjabat sebagai kepala daerah.

Ia mengaku, salah satu kunjungan pertama yang dilakukannya setelah dilantik sebagai Bupati Takalar adalah ke RSUD H Padjonga Daeng Ngalle. Bahkan saat itu ia datang langsung memimpin apel di rumah sakit tersebut.

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk menyampaikan pandangan sekaligus komitmennya dalam mendorong peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Takalar.

“Awal-awal saya masuk menjadi Bupati Takalar, ada dua yang menjadi perhatian saya, yaitu rumah sakit dan sekolah,” ujar Daeng Manye.

Selain rumah sakit, ia juga melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah untuk melihat langsung kondisi layanan pendidikan. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan layanan dasar yang sangat menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia kemudian mencontohkan perubahan signifikan yang terjadi di sektor pendidikan di Takalar. Saat pertama kali melakukan peninjauan, posisi Takalar dalam standar pelayanan minimal pendidikan berada di peringkat 23 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Namun dalam waktu sekitar empat bulan, kondisi itu mengalami peningkatan drastis.

“Alhamdulillah, setelah kami melakukan berbagai langkah dan evaluasi, Takalar sekarang berada di peringkat pertama di Sulsel dalam capaian pendidikan,” jelasnya.