Posting pekerjaan

Angka Perceraian di Takalar Meningkat Akibat pengaruh Media Sosial

Takalar-ST. Angka perceraian di Kabupaten Takalar terus meningkat, hal tersebut disampaikan oleh Ketua panitera Pengadilan Agama (PA) Takalar, Rais Naim. Dimana meningkatnya perceraian dipicu pengaruh Media Sosial (Medsos).

Rais mengatakan untuk wilayah kerja Pengadilan Agama Takalar yang meliputi 9 kecamatan yaitu, Kecamatan Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Mappakasunggu, Mangarabombang, Pattallassang, Polongbangkeng Selatan, Polongbangkeng Utara, dan Sanrobone.

Dimana tercatat dalam 6 bulan terakhir ada 438 permohonan cerai yang diajukan. Dari jumlah tersebut, didominasi kasus karena pertengkaran antara suami istri yang disebabkan oleh media sosial.

“Angka perceraian mengalami peningkatan bukan hanya tiap tahunnya, dalam hitungan bulan saja sudah meningkat dengan cepat, di akhir tahun 2019 ini kasus perceraian mengalami peningkatan 13,01 persen dari 6 bulan sebelumnya 307 berkas perkara cerai meningkat menjadi di bulan Desember ini 438 berkas yang kami tangani,”Kata Rais kepada Makassar Indeks, kamis (2/1/2020).

Rais menambahkan, kasus perceraian tersebut terjadi karena muncul percakapan di medsos, dan kerap terjadi perselingkuhan melalui akun-akun medsos tersebut.

Awal keretakan rumah tangga di Takalar memang ini, adanya medsos lah yang menjadi penyebabnya. Pada awal tahun kemarin kasus perceraian itu didominasi karena KDRT, bahkan ada suami yang tega tinggalkan istri, dan di akhir tahun ini yang mendominasi dipicu karena Medsos dengan melakukan perselingkuhan melalui akun-akun medsos,” terang Rais.

Menurut Rais, hal itu tidak akan terjadi jika pasangan suami istri bisa membatasi diri. Lantaran melalui medsos di pesan whatsapp, facebook dan lain sebagainya.

Pasangan bisa bertemu dengan teman lama dan berkenalan dengan orang baru. Interaksi-interaksi yang dilakukan tersebut, membuat hubungan jarak jauh bisa terasa dekat,” tambah Rais.

Lebih lanjut dikatakan Rais, keakraban di medsos akan menimbulkan hasrat ingin bertemu dengan lawan interaksi. Dari pertemuan ini, lanjutnya, bisa menimbulkan rasa suka yang terlarang.

(Ysf)

Total Views: 185 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *