Posting pekerjaan

ASN Takalar Diminta Berikan Contoh Patuhi Himbauan Pemkab dan Majelis Ulama Indonesia

TAKALAR–ST.  Semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di Takalar diminta untuk menaati imbauan Pemkab dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak menggelar salat berjamaah di masjid selama Ramadan.

Bahkan, ASN pun diminta untuk memberikan contoh bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya untuk mematuhi imbauan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona atau Covid 19. Apalagi, setiap ASN di lingkungan tempatnya berdomisili biasanya tergolong tokoh masyarakat yang berpengaruh dan dijadikan teladan.

“ASN harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk mematuhi imbauan dan maklumat Pemkab, Kemenag, dan MUI terkait larangan salat berjamaah di masjid, saya kira kalau semua ASN tertib maka imbaaun ini pelaksanaannya akan efektif,” kata Juru Bicara Tim Gugus Covid 19 Takalar Syainal Mannan, Senin 27 April 2020.

Hanya saja, berdasarkan pantauan dan laporan Tim Gugus Covid 19, ternyata masih banyak ASN yang nekat melaksanakan salat berjamaah di masjid. Syainal menegaskan, bagi ASN yang melanggar maklumat pemerintah itu, maka PemkabTakalar akan segera bersikap dan melakukan evaluasi.

“Pak Bupati akan mengevaluasi seluruh ASN baik itu ASN lingkup Pemkab Takalar atau lingkup provinsi yang tinggal di Takalar, maupun instansi vertikal dan pegawai BUMN yang ada di Takalar yang tak mengindahkan maklumat pemerintah daerah-MUI dan Kemenag,” terang Syainal Mannan.

Bagi ASN di lingkup provinsi, instansi vertikal, dan pegawai BUMN yang melanggar imbauan, Syainal menegaskan, Pemkab akan berkoordinasi dengan pimpinan lembaga terkait. Namun, bagi ASN yang berasa di bawah naungan Pemkab Takalar, Syainal mengatakan, Bupati akan langsung memberikan sanksi tegas.

“Kalau warga tidak tertib maka semakin lama kita berada dalam kondisi seperti ini, dan bukan hanya mengancam nyawa warga, tetapi juga perekonomian kita semakin terpuruk. Jadi kita perlu bersama- sama menyemangati untuk terus bersabar dan disiplin mengikuti arahan pemerintah,” pinta Syainal yang juga Kabag Humas Pemkab Takalar itu.

Syainal mengatakan, kebijakan untuk meniadakan salat berjamaah, sahur on the road, buka puasa bersama, takbir keliling, dan aktivitas Ramadan yang mengundang kerumunan diambil untuk menghindari penyebaran Covid 19. Apalagi, puncak penyebaran virus mematikan itu di Indonesia diperkirakan terjadi di Mei mendatang.

“Imbauan ini semata- mata untuk kebaikan kita bersama, semakin tertib maka semakin cepat Indonesia pulih dan aman dari penyebaran Covid 19,” kata mantan Sekdis Kesehatan Takalar itu.

Total Views: 385 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *