Posting pekerjaan

Beasiswa Penyelesaian Studi Tahun 2019 Pemkab Takalar Dianggarkan tapi Tidak Cair?

Seputartakalar.com,– Semenjak berlakunya kebijakan otonomi daerah, setiap pemerintah daerah memiliki wewenang mengatur urusan rumahtangganya sendiri termasuk di bidang Pendidikan. Kunci utama kesejahteraan masyarakat dapat diukur bagaimana tingkat Pendidikan warganya.

Hal ini yang melatarbelakangi pentingnya menalar apa saja program pemerintah daerah di bidang Pendidikan. Kali ini penulis hanya akan mengulik seputar pengalokasian anggaran dana Pendidikan di daerah Takalar terkhusus yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa yang telah lekat dengan pelabelannya sebagai agent of change.

Fokus topik tulisan akan menyasar sekaitan dengan beasiswa penyelesaian studi tahun 2019 Kabupaten Takalar yang telah dianggarkan namun tidak kunjung dicairkan. Melansir dari Liputantakalar.com (3/7/2019)

Pemerintah Kabupaten Takalar mengumumkan telah menyiapkan Beasiswa penyelesaian studi bagi masyarakat yang mengenyam Pendidikan di perguruan tinggi, hal ini dibenarkan langsung oleh kepala dinas Pendidikan Takalar Darwis S.Pd, M.Pd, lewat pengumumannya di media massa bahwa ia memperjelas batas pengumpulan berkas sampai tanggal 17 juli.

Ia juga menegaskan bahwa beasiswa ini adalah komitmen pemerintah Kabupaten Takalar dalam membiayai Pendidikan tinggi masyarakat Takalar.

Ada keganjalan yang cukup menggelitik emosional mahasiswa tingkat akhir di kabupaten Takalar sekaitan dengan hal tersebut. Beberapa mahasiswa menganggap Tim pelaksana bantuan dana beasiswa tidak jelas keberadaannya.

Dikatakan demikian, telah terbukti secara kasat mata bahwa mulai tahap rancangan, penjadwalan, pengelolaan, sosialisasi hingga seleksi tidak berjalan maksimal.

Padahal telah ada petunjuk teknis dalam peraturan bupati Nomor 60 Tahun 2018 yang mengatur sistematika tahapan. Penting untuk diketahui, diberi perhatian dan dikaji lebih jauh lalu dicarikan solusi menyangkut permasalahan apa yang menghambat tim pelaksana. Seakan-akan landasan hukum yang membawahi persoalan ini ada, tetapi tidak.

direalisasikan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan hasil konsolidasi pengurus besar dan pengurus komisariat sejajaran Hipermata telah dilakukan berbagai upaya untuk mencari tahu kendala pencairan, semisal telah diupayakan pengkajian dan audience dengan dinas terkait, bahkan telah berulangkali menyorakkan keresahan dengan cara melakukan aksi demonstrasi di depan kantor dinas Pendidikan maupun kantor Bupati.

Tidak hanya itu, pada tanggal l9 April 2020 Pengurus Besar melaporkan indikasi penyalagunaan anggaran beasiswa penyelesaian studi ke kanit Tipidkor Polres Takalar.

Dari sana mereka diperlihatkan data nama-nama mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima beasiswa penyelesaian studi tahun 2019. Namun, hal itu tidak cukup.

Untuk memastikan data-data yang diperoleh PB Hipermata, Langkah yang ditempuh PB Hipermata kemudian mengajukan rapat dengar pendapat dengan DPRD Kab Takalar.

Usaha-usaha demikian tidak juga membawa hasil maksimal. Malahan menurut Wahyu Dwirestu selaku Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pelajar (PTKP)

“semakin diusut kasus ini semakin membingunkan. Bagaimana tidak? Informasi dari kepala dinas Pendidikan, pemerintah daerah, kanit tipidkor dan Komisi III DPRD Takalar tidak saling berhubungan, Bisa dibilang tumpang tindih.

Awal dimintai tanggapan terkait anggaran, kadis pendidikan mengatakan anggarannya telah dialihkan ke BPJS.

sedangkan Kanit tipidkor menuturkan masih aman di kas daerah, sebab anggarannya sudah disilpakan. Selanjutnya, dari hasil Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Kab Takalar, diinformasikan bahwa anggaran beasiswa tidak dicairkan hanya karena Bupati Takalar tidak menandatangani berita acara terkait permohonan pencairan.

Jika merujuk kepada Peraturan Bupati Takalar Nomor 60 Tahun 2018 Tentang petunjuk teknis pemberian bantuan dana tambahan penyelesaian study bagi mahasiswa Diploma/s1/s2 Kabupaten Takalar BAB IX mengatur tentang Pembatalan, penghentian dan pengembalian dana hanya bisa terjadi, jika penerima beasiswa telah melakukan pelanggaran pidana, mengundurkan diri atau dikeluarkan oleh satuan Pendidikan yang bersangkutan.

Realita yang terjadi anggaran tidak dicairkan hanya karena tidak disetujui oleh bupati Takalar dengan statement sudah ada beasiswa Tamsil linrung. Padahal jika dipikirkan secara matang, tidak semua mahasiswa di Takalar memperoleh beasiswa tersebut.

Sejumlah mahasiswa didapati mengeluh akibat tingginya UKT dan biaya hidup yang ditanggung selama menjalani perkuliahan di perguruan tinggi.

Secara otomatis, semestinya jika Bupati Takalar menggunakan nurani dan menjaga wibawanya selaku pengusul regulasi terkait beasiswa tersebut. Maka, tidak ada alasan bagi beliau untuk tidak menyetujui lagi permohonan pencairan anggaran, apalagi telah disosialisaikan oleh tim pelaksana mulai dari tahap pendaftaran hingga tahap pengumpulan berkas.

Logikanya, ia sendiri yang membuat aturan/ peraturan bupati, ia juga yang kemudian mengingkari.
Penulis selaku Mahasiswa Takalar berharap kejadian ini tidak lagi berulang.

Sebab sangat mencederai kepercayaan mahasiswa kepada pemerintah daerah. Seakan-akan keberadaan mahasiswa di Takalar tidak memiliki nilai sama sekali. Melalui rapat LKPJ tahun anggaran 2019 di DPRD Takalar, didapati informasi bahwa beasiswa penyelesaian studi tahun 2020 kembali dianggarkan senilai Rp 6.400.000,00.

Meskipun nominal anggarannya tidak sebanyak di tahun 2019 yakni Rp 160.000.000, sangat penting untuk benar-benar dikawal perihal ini. Sehingga tidak ada lagi indikasi penyalahgunaan.

Hemat penulis, para mahasiswalah aset intelektual yang mesti diberikan perhatian lebih. Siapa lagi jika bukan mereka? Wujud pemerintahan di Takalar kedepan akan diteruskan oleh mereka. Sudah sepantasnya, mereka menuntut perlakuan yang manusiawi di daerah mereka sendiri. Senada dengan yang dibahasakan bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara “Kemajuan suatu bangsa terletak pada pendidikan dan para generasi bangsa itu sendiri.”

Penulis : Susi Susanti ( Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Pengurus Besar Hipermata)

Total Views: 523 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *