Posting pekerjaan

Enam tokoh nasional di anugerahkan gelar pahlawan nasional

Seputartakalar.com – Kopi Time menjadi tempat digelarnya diskusi bertema “ Membangun Kabupaten Takalar dengan Konektifitas dan SDM Unggul “ oleh Ngopi Pemuda Takalar yang sudah menggelar diskusi jilid 4, Sabtu, Malam Minggu (9/11/2019).

Diskusi ini melibatkan pemateri yang berkecimpung di instansi kelembagaan Republik Indonesia dan Ibu Kota Negara yaitu DKI Jakarta yang merupakan barometer Pembangunan Indonesia. Mukhtar dg Mile (Tenaga Ahli DPD RI) Sulaeman dg Lompo (Pekerja Sosial Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial) Akbar dg Tawang (Tenaga Ahli Analis Data Gizi Kementerian PPN/Bappenas) serta Herman dg Sua (Unit Hubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta). Yang menarik lagi mereka semua adalah pemuda asli Takalar yang selalu peduli terhadap kemajuan Kabupaten Takalar.

Mukhtar menyampaikan SDM Unggul merupakan satu hal yang sejalan dengan pemerintah RI sehingga Kabupaten Takalar bisa sejalan untuk membangun Takalar serta harus senantiasa memperhatikan budaya untuk membangun konektifitas.

“ Pendidikan dan Budaya merupakan hal penting harus dilestarikan serta ditingkatkan, bukan hanya terus berkembang dalam hal teknologi, tetapi nilai dan adat masyarakat takalar yang perlu diutamakan dari semuanya, Ujar Mukhtar.

Senada dengan Mukhtar, Herman dg Sua yang kini sebagai humas di DKI Jakarta menuturkan pentingnya mengambil nilai kepemimpinan di DKI Jakarta untuk memperkuat konektifitas dan Jaringan sebuah daerah, sehingga kemajuan akan semakin cepat.

“ Leadership dan Konektifitas pak Anies Baswedan harus kita ikuti, sehingga mentalitas pemuda takalar akan kuat, bukan terlalu banyak kekhawatiran sehingga kemajuan dan kerjasama bisa kita bangun, saya siap menjadi fasilitator untuk kerjasama Takalar dan DKI Jakarta terutama dalam hal pertanian yang merupakan visi misi bupati-wakil Bupati Takalar, tambah dg Sua

“ Bonus Demografi harus menjadi peluang bagi Pemuda Takalar, bukan menjadi beban daerah jika mereka tidak berjuang mempersiapkan diri, Takalar dengan bantuan kesehatan harus semakin sehat serta jangan sampai masyarakat Takalar tak memiliki kesehatan yang baik untuk percepatan pembangunan Kabupaten Takalar”, Akbar dg tawang menambahkan dalam segi pembangunan nasional.

Sulaiman dari Kemensos pun menuturkan jangan sampai pemuda takalar terlalu kecanduan teknologi sehingga tak produktif dalam mengupgrade diri mereka.

“ pemuda adalah penggerak, jangan mau digerakkan sehingga harus punya inisiatif yang jelas sehingga sebagai pemuda harus menjadi konektifitas dan produktifitasnya sebagai pemuda dapat tersalurkan, itu yang saya alami selama berjuang sebelum bekerja di kemensos kemarin” tutup dia

Fadly Idris sebagai penggagas Ngopi Pemuda Takalar yang tak sempat hadir menyampaikan diskusi konektifitas dan SDM ini akan menambah khasanah berfikir pemuda dan masyarakat tentang pentingnya membangun jaringan dan konektifitas sehingga takalar akan menjadi pelabuhan utama dalam setiap niat pembangunan segala sector pekerjaan pemuda takalar dimanapun.

“ kita berupaya menanamkan niat dan kerja kita untuk pembangunan Takalar, dengan konektifitas yang semakin di jaga, takalar adalah muara utama dalam setiap pembangunan pemuda takalar”, jelas dia

Acara ditutup oleh moderator Rapiuddin Rani dengan jargon “ mari keluar dari zona nyaman untuk melakukan perubahan.

Total Views: 182 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *