Panen 50 Kg Pakcoy, Lapas Takalar Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

Takalar - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, Lapas Takalar berhasil memanen 50 kilogram pakcoy dari lahan pertanian yang dikelola bersama warga binaan, Kamis (20/8).

Panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan di bidang pertanian yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan lahan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Anak Didik, Gugu Alam, mengatakan bahwa kegiatan budidaya pakcoy merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mendorong warga binaan untuk aktif dan produktif selama menjalani masa pidana.

“Panen 50 kilogram pakcoy ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap. Warga binaan terlibat mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen. Kami berharap keterampilan yang mereka dapatkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ujar Gugu Alam.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengapresiasi keterlibatan petugas dan warga binaan dalam mengembangkan program pertanian di Lapas Takalar.

“Panen 50 kilogram pakcoy ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Takalar terus diarahkan pada kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat nyata. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Andi Gunawan.

Andi Gunawan, menambahkan bahwa pengembangan pertanian di Lapas Takalar juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam bidang ketahanan pangan.

“Kami berkomitmen mendukung program akselerasi Kemenimipas, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan. Setiap lahan yang tersedia akan kami manfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif, sehingga selain menghasilkan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” tandasnya.