Lapas Takalar Gelar Keaksaraan Fungsional untuk Berantas Buta Aksara Gandeng Mahasiswa KKP UNM

Takalar- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus memperkuat program pembinaan bagi Warga Binaan, salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan keaksaraan fungsional sebagai upaya pemberantasan buta aksara.

Kegiatan tersebut dipandu oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang melaksanakan kegiatan pengabdian di Lapas Takalar.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Kegiatan keaksaraan fungsional dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis. Materi diberikan dengan menyesuaikan kemampuan peserta sehingga proses belajar dapat berlangsung mudah.

Mahasiswa KKP UNM, Fira, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan sejauh ini berjalan dengan baik. Menurutnya, proses pembelajaran dapat berlangsung secara lancar tanpa kendala berarti.
“Sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Para peserta mengikuti pembelajaran dengan baik dan kami berusaha menyesuaikan materi dengan kemampuan masing-masing peserta agar proses belajar dapat berjalan dengan nyaman dan mudah dipahami,” kata Fira.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKP UNM dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan. Ia menilai kegiatan keaksaraan fungsional memiliki manfaat penting dalam meningkatkan kemampuan dasar sekaligus membuka kesempatan bagi warga binaan untuk terus belajar.

“Keaksaraan fungsional merupakan bagian penting dari pembinaan karena kemampuan membaca dan menulis menjadi dasar bagi seseorang untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kualitas dirinya. Kami mengapresiasi mahasiswa KKP Universitas Negeri Makassar yang telah berkontribusi dalam mendampingi WBP melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya, Lapas Takalar akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, dalam mendukung program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian warga binaan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu memberantas buta aksara, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar bagi warga binaan. Pembinaan di Lapas bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang mempersiapkan mereka agar memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.