Lapas Takalar Gandeng Yayasan Budi Pekerti, Bentuk Karakter Positif Warga Binaan

Takalar, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui kerja sama dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI). Kolaborasi ini diwujudkan melalui pendidikan karakter moralitas yang bertujuan membangun pola pikir, sikap, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, Sabtu (10/10/2026).

Melalui pendidikan moralitas ini, Warga Binaan diajak untuk mengenali diri, mengevaluasi perilaku, serta memahami pentingnya nilai-nilai moral dan budi pekerti dalam membentuk pribadi yang lebih baik. Pembinaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri dan bertanggung jawab atas setiap tindakan.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Kepala Seksi Pembinaan, Gugu Alam, mengatakan pendidikan karakter moralitas menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena perubahan perilaku perlu dimulai dari kesadaran diri.
“Melalui pendidikan moralitas ini, kami berharap Warga Binaan mampu memperbaiki cara berpikir, cara bertindak, dan cara mengambil keputusan. Kami ingin mereka memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Pembina Yayasan, Erina Wongso, mengatakan kegiatan ini akan memberikan pendidikan karakter moralitas agar membina cara berfikir warga binaan, cara bertindak, cara berbuat itu bisa selaras menjadikan mereka manusia seutuhnya. “Dengan hadirnya kegiatan ini para warga binaan bisa menjadi terang , bisa bercaya untuk dirinya sendiri, keluarga dan orang banyak nanti,” harapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengapresiasi dukungan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia dalam mendukung program pembinaan di Lapas Takalar.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena pembinaan Warga Binaan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter, moralitas, dan tanggung jawab. Harapan kami, nilai-nilai yang diperoleh melalui pendidikan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan diterima kembali oleh masyarakat,” kata Andi Gunawan.

Ia menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak merupakan langkah penting dalam menghadirkan pembinaan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, Lapas Takalar terus mendorong proses perubahan positif bagi Warga Binaan, baik dari aspek kepribadian maupun kesiapan menjalani kehidupan setelah bebas. “Kami berharap Warga Binaan semakin memahami pentingnya memperbaiki diri, membangun hubungan yang baik dengan sesama, serta menumbuhkan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai bekal kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat,” tandasnya.