Lapas Takalar Terus Kembangkan Produksi Songkok Anyam

Takalar- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui produksi kerajinan songkok anyam yang melibatkan 13 warga binaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat menjadi modal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat, Kamis (15/10/2026).

Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Kerja Lapas Takalar, Rizal, menjelaskan bahwa kegiatan produksi songkok anyam merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat terus dikembangkan.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

“Melalui kegiatan produksi songkok anyam ini, kami berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Proses pembuatan satu songkok yang membutuhkan waktu sekitar lima hari mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan kedisiplinan. Kami berharap hasil karya warga binaan ini semakin dikenal masyarakat dan memiliki nilai jual yang baik,” ujar Rizal.

Hasil kerajinan songkok anyam yang diproduksi warga binaan kemudian dipasarkan kepada para pengunjung maupun masyarakat. Pemasaran ini menjadi langkah untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan sekaligus membuka peluang agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi.

Salah seorang warga binaan berinisial NP mengungkapkan bahwa kegiatan pembuatan songkok anyam memberikan kesempatan untuk belajar keterampilan baru sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif.

“Melalui kegiatan ini, saya bisa belajar membuat songkok anyam dengan lebih teliti dan sabar. Proses pembuatannya memang membutuhkan waktu, tetapi dari sini kami mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru. Saya berharap hasil karya kami semakin diminati masyarakat dan keterampilan ini bisa bermanfaat ketika kembali ke rumah nanti,” kata NP.

Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan kegiatan kerja merupakan bagian penting dari pembinaan untuk mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami terus mendorong pengembangan pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki keterampilan dan bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” kata Andi Gunawan

Ia menambahkan produksi songkok anyam ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkarya, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga binaan maupun masyarakat,” tandasnya.