Asah Keterampilan Potong Rambut, Warga Binaan Lapas Takalar Siapkan Bekal Kerja

Takalar - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus berkomitmen meningkatkan keterampilan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Salah satunya melalui kegiatan keterampilan potong rambut yang diikuti oleh tiga orang warga binaan sebagai bekal untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat, Jumat (16/10/2026).

Dalam kegiatan ini, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan memangkas rambut, mempelajari teknik dasar potong rambut, serta meningkatkan ketelitian dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Pembinaan ini diharapkan dapat menjadi modal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Lapas Takalar, Rizal, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan potong rambut merupakan salah satu upaya untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
“Melalui pembinaan ini, kami ingin memberikan keterampilan yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga binaan setelah bebas nanti. Dengan tekad, latihan yang konsisten, dan kemauan untuk terus belajar, keterampilan potong rambut ini bisa menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri maupun bekerja di tempat pangkas rambut,” kata Rizal.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66


Salah seorang warga binaan berinisial DN mengaku bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan potong rambut selama menjalani pembinaan di Lapas Takalar. Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi pengalaman berharga yang dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa depan. “Saya ingin terus belajar supaya kemampuan saya semakin baik dan nantinya bisa menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” ungkap DN.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari pelaksanaan pemasyarakatan, khususnya dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.


“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan menjalani kehidupan secara mandiri serta tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ucap Andi Gunawan.


Andi Gunawan menambahkan pihaknya akan terus mendorong pelaksanaan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan. “Kami berharap ketiga warga binaan dapat terus mengembangkan kemampuannya sehingga memiliki bekal kerja yang nyata, meningkatkan kemandirian, serta lebih siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.