Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pengurus DPC PKB Takalar Gelar “Sehari Menjadi Santri

TAKALAR – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Takalar melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengurus PKB Sehari Menjadi Santri” di Pesantren Modern Tarbiyah Takalar, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran pengurus DPC PKB Takalar untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Ketua DPC PKB Kabupaten Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa kegiatan sehari menjadi santri bukan sekadar seremoni untuk memperingati Hari Santri Nasional, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran untuk lebih memahami kehidupan santri, meneladani akhlak para ulama, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Hengky Yasin, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa melalui pendidikan agama, penanaman akhlak, kedisiplinan, dan semangat cinta Tanah Air.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin merasakan secara langsung suasana kehidupan pesantren, belajar tentang kesederhanaan, kedisiplinan, kebersamaan, dan pentingnya ilmu agama dalam membangun karakter. Santri memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa dan perjuangan para ulama harus terus kita teladani,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga tradisi keislaman yang moderat, memperjuangkan kepentingan umat, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Hengky Yasin juga berharap kegiatan tersebut dapat semakin mendekatkan pengurus PKB dengan lingkungan pesantren, para ulama, guru, serta santri sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

“Semangat Hari Santri harus kita implementasikan dalam kehidupan nyata. Bukan hanya melalui peringatan setiap tahun, tetapi juga dengan tindakan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” tambahnya.

Melalui kegiatan “Pengurus PKB Sehari Menjadi Santri”, DPC PKB Kabupaten Takalar berharap semangat perjuangan santri dan keteladanan para ulama terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk negeri tidak hanya dilakukan melalui pengorbanan fisik, tetapi juga melalui pendidikan, penguatan moral, pengabdian, serta upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

DPC PKB Kabupaten Takalar berkomitmen untuk terus merawat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kepesantrenan sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan masyarakat yang religius, berkarakter, dan sejahtera.